Home/Blog/Blog
Blog

Kenapa DRW Skincare Kuat di BPOM? Dari Formulasi Dokter hingga Pabrik Sendiri

6 Juni 2026
3 menit baca




Kenapa DRW Skincare Kuat di BPOM? Dari Formulasi Dokter hingga Pabrik Sendiri

Salah satu kekhawatiran konsumen di tengah maraknya isu skincare berbahaya adalah apakah sebuah brand benar-benar serius dalam urusan regulasi. DRW Skincare termasuk brand lokal yang justru paling sering disorot dan diperiksa BPOM, dan di situlah terlihat seberapa kuat sistem pengawasan di balik produknya.

Banyak Produk Ber-BPOM dan Sering Diaudit

DRW Skincare memiliki banyak produk yang sudah terdaftar resmi di BPOM dan selama bertahun-tahun rutin menjalani pengawasan dari lembaga tersebut. Pengawasan ini meliputi pemeriksaan fasilitas produksi, sampling produk, hingga pengecekan label dan klaim.

Dalam kasus temuan empat produk maklon yang bermasalah, BPOM menegaskan bahwa temuan itu bersifat terlokalisasi hanya pada produk tertentu dari pabrik pihak ketiga, bukan menggambarkan keseluruhan portofolio DRW. Batch bermasalah tersebut sudah ditarik dan dimusnahkan di bawah pengawasan BPOM, sekaligus kerja sama dengan pabrik maklon terkait dihentikan.

Diformulasikan dan Diawasi Dokter

Sejak awal, DRW Skincare diposisikan sebagai brand yang diformulasikan dan diawasi langsung oleh dr Wahyu Triasmara. Produk-produk DRW lahir dari pengalaman praktik klinik dan konsultasi langsung dengan pasien, sehingga fokusnya bukan hanya pada tren, tetapi juga pada masalah kulit yang nyata dialami masyarakat.

Pendekatan formulasi dokter ini tercermin dalam pemilihan bahan aktif, segmentasi produk (acne, brightening, teen series, sunscreen, dan lain-lain), serta kebiasaan memberikan konsultasi terlebih dulu sebelum merekomendasikan paket perawatan, baik lewat klinik maupun Beauty Consultant.

Pabrik Sendiri dan Tim RnD yang Terus Meng-upgrade Formula

DRW Skincare sudah memiliki pabrik sendiri di Gresik, Jawa Timur, yang menjadi salah satu pusat produksi utama produk ber-BPOM. Memiliki pabrik sendiri memberi kontrol lebih besar terhadap kualitas bahan baku, proses produksi, dan kepatuhan regulasi.

Selain itu, terlihat jelas adanya pengembangan formula yang semakin kompleks dan modern, seperti penggunaan kombinasi multi-plant extract, vitamin kompleks, dan teknologi penyaluran bahan aktif di beberapa lini produk. Hal ini menunjukkan adanya tim research and development (RnD) yang aktif meng-update formulasi sesuai kebutuhan kulit dan regulasi terbaru.

Kasus Empat Produk Maklon: Bukti Sistem Pengawasan Bekerja

Temuan BPOM pada empat produk maklon justru menunjukkan bahwa sistem pengawasan eksternal berjalan dan brand mau bertanggung jawab. Alih-alih menyangkal, DRW Skincare mengonfirmasi temuan tersebut, menghentikan kerja sama dengan pihak pabrik, melakukan penarikan dan pemusnahan produk, serta membuka pendampingan medis bagi pasien terdampak.

Dari sisi konsumen, ini memberi sinyal bahwa brand tidak bersembunyi ketika masalah muncul, melainkan hadir dan menyelesaikannya. Dalam konteks jangka panjang, respon seperti ini menjadi indikator penting bahwa produk lokal ini punya komitmen yang serius terhadap keselamatan penggunanya.

Bagikan Artikel Ini

Bantu teman Anda menemukan artikel bermanfaat ini