Pernah Ditolak Pinjaman KUR, Amalia Diniyati Malah Jadi Perintis Beauty Consultant DRW Skincare Wonosobo

Kisah inspiratif Beauty Consultant DRW Skincare selanjutnya datang dari cerita Amalia Diniyati. Seorang guru SMK swasta yang kemudian beralih menjadi seorang Beauty Consultant DRW Skincare ini sukses kembangkan jaringan bisnis perawatan dan kecantikan di bawah naungan dr. Wahyu Triasmara. Pernah ditolak pinjaman KUR saat masa sulit mengantarkan Amalia Diniyati menjadi perintis Beauty Consultant DRW Skincare pertama di Wonosobo.

Amalia Diniyati adalah seorang guru yang mengajar mata pelajaran Matematika di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan di Wonosobo. Ia merupakan sosok yang dinilai elok dan ramah oleh lingkungan sekitarnya. Namun sebelum mengenal DRW Skincare, perempuan yang kerap dipanggil Lia ini hidup sederhana dan bahkan harus berjuang lebih untuk mewujudkan keinginannya. 

Lia pernah berada di fase di mana ia hampir mengajukan pinjaman hutang. Saat mengandung anak pertama, ia kekurangan uang untuk melahirkan secara caesar. Saking kepepetnya, ia dan suami harus menjual mobil untuk biaya lahiran. Rumah yang ditinggali juga masih mangkrak karena uang tabungan yang tidak kunjung terkumpul. Bahkan saat itu, uangnya hanya cukup untuk membangun pondasi rumah sehingga mereka masih belum tinggal secara layak. 

Akhirnya, Lia dan suami berinisiatif untuk mengajukan pinjaman KUR karena keterbatasan yang ada. Namun, perjalanan yang ia lalui tidak berpihak kepadanya. Setelah melewati masa observasi dan wawancara oleh pihak Bank, pengajuan pinjaman KUR milik Lia dan suami ditolak. Pinjaman hutang yang diajukan mendapatkan penolakan membuat harapan mereka pudar. Kala itu, Lia ingat sekali mendapatkan suntikan semangat dan doa dari seorang satpam Bank. Lia didoakan supaya bisa menabung tanpa harus hutang lewat Bank, agar hidup kedepannya bisa menjadi lebih berkah. 

Kemudian, secercah cahaya datang ketika temannya merekomendasikan produk dari DRW Skincare. Produk yang ditawarkan ini awalnya sempat membuatnya ragu karena proses penjualannya secara daring. Untuk membuktikan keabsahan dari produk yang ditawarkan, Lia mengunjungi Klinik DRW Skincare yang terletak di Purworejo. Usai mendapatkan bukti dari keberadaan DRW Skincare yang bukan sekedar omongan belaka, pada akhirnya ia mencobanya sendiri. 

Merasakan khasiat dan manfaat yang semakin baik, Amalia Diniyati jadi tertarik dengan produk DRW Skincare. Berawal dari penawaran seorang teman yang memperkenalkan produk DRW Skincare, perjuangan dan usaha baru yang akan mengubah kehidupannya-pun dimulai.

Karena terpikat dengan kemanjuran krim DRW Skincare, Amalia Diniyati berkeinginan untuk menjadi reseller. Keinginan inilah yang menjadi motivasinya untuk mendapatkan perawatan gratis dan berharap bisa membantu perekonomian keluarga. Sayangnya, Lia tidak cukup uang untuk mendaftar menjadi seorang reseller. Sehingga, ia harus meminta izin sang suami terlebih dahulu dan menyatakan keinginannya untuk menjadi Beauty Consultant DRW Skincare. 

Keinginan yang bersambut baik tersebut mengantarkan Lia pada dilema baru. Salah satu syarat menjadi reseller cukup membuatnya pesimis. Karena Lia merasa insecure jika ia tidak bisa mencapai target penjualan, akhirnya niat menjadi Beauty Consultant DRW Skincare ia urungkan. Uang pemberian suami yang awalnya akan digunakan untuk mendaftarkan diri menjadi Beauty Consultant DRW Skincare habis sia-sia. 

Namun, keraguan menjadi Beauty Consultant DRW Skincare runtuh usai dr. Wahyu Triasmara menawarkan Lia menjadi salah satu agen di Wonosobo. Tawaran ini muncul karena kebetulan di Wonosobo belum ada satu pun Beauty Consultant DRW Skincare. Jika Lia menyanggupi tawaran tersebut, maka ia akan menjadi Beauty Consultant DRW Skincare pertama di Wonosobo. 

Tawaran dr. Wahyu Triasmara tersebut akhirnya disanggupi oleh Lia. Ia kembali meyakinkan suaminya jika kali ini ia benar-benar akan menggeluti usaha kecantikan melalui DRW Skincare. Usai mendapat izin dan bantuan biaya, Lia mendaftarkan diri menjadi agen. Ia pun dinobatkan menjadi agen DRW Skincare pertama yang ada di Wonosobo.

Menjadi seorang perintis beauty consultant di Wonosobo tentu saja memiliki rintangan dan tantangan tersendiri. Meskipun sebelumnya sudah ada reseller DRW Skincare, namun Amalia Diniyati merupakan agen pertama yang memasarkan produk di Kota Wonosobo. 

Pernah Ditolak Pinjaman KUR, Amalia Diniyati Malah Jadi Perintis Beauty Consultant DRW Skincare Wonosobo
Pernah Ditolak Pinjaman KUR, Amalia Diniyati Malah Jadi Perintis Beauty Consultant DRW Skincare Wonosobo

Merintis karier dari profesi guru menjadi Beauty Consultant DRW Skincare bukanlah hal yang mudah. Lia harus pintar membagi waktu, antara; mengurus rumah, mengajar, dan juga berdagang. Pagi hingga sore dihabiskan Lia untuk mengajar dan mengurus rumah, sedangkan di malam hari ia menyempatkan diri untuk mengemas produk yang akan dipasarkan keesokan harinya. Bahkan ia menyempatkan waktu untuk mengantarkan barang atau COD ke rumah pelanggan di jam-jam istirahat. Rutinitas ini ia lakukan setiap hari demi bisa mencapai target penjualan dan mendapat keuntungan.

Namun sayangnya, Lia tidak selalu mendapat dukungan positif dari lingkungan sekitarnya. Kesehariannya dalam berdagang ini mendapat tanggapan kurang baik dari rekan sesama gurunya. Lia pernah dipanggil Kepala Sekolah karena mendapat keluhan dari rekan guru yang menganggapnya kurang bersosialisasi hingga dianggap tidak fokus mengajar. Laporan ini tentu saja ia tepis karena faktanya Lia masih bisa mengajar dengan baik. 

Bukan itu saja kesulitan Lia menjadi perintis Beauty Consultant DRW Skincare di Wonosobo. Tidak jarang saat COD bersama sang anak atau suami, ia harus menempuh daerah Wonosobo yang jaraknya cukup jauh. Belum lagi saat Lia mulai mengandung anak kedua, ia menjadi rentan sakit hingga bedrest karena harus mengajar dan juga berdagang. 

Akhirnya, Lia membuat keputusan besar dengan resign dari profesi guru yang telah menghidupinya selama ini. Sejak tahun 2020 usai melepas pekerjaan lamanya, Lia mulai fokus mengembangkan bisnis DRW Skincare dan menggelutinya secara telaten. 

Meskipun jadi perintis beauty consultant pertama di Wonosobo, tidak ada kata menyerah dan putus asa dalam memasarkan produk DRW Skincare. Belum lagi setelah ia memiliki stokist kecil di rumahnya yang membuatnya tambah semangat dalam berdagang.

Ketekunan dan semangat yang dimiliki Lia ini mengantarkannya pada benih-benih kesuksesan. Lama kelamaan, profit yang didapatkan dari berjualan produk DRW Skincare mulai terlihat dan menghasilkan pendapatan yang besar. Lia sempat tidak percaya dengan usaha serta hasil yang didapatkan dari penjualan DRW Skincare. Namun, semuanya semakin terlihat setelah ia mampu mewujudkan keinginan yang sebelumnya tidak bisa ia dapatkan.

Berkat berjualan produk DRW Skincare, Lia mampu membeli etalase pertamanya untuk menggantikan kardus sebagai tempat penyimpanan produk. Kemudian disusul dengan pembelian motor dan mobil, menambah tabungan untuk membangun rumah, hingga menyewa ruko untuk membuka Rumah Cantik. Semua pencapaian ini didapatkan Lia dari profit penjualan DRW Skincare sejak tahun 2017.

Meskipun sudah berada di atas, roda kehidupan tetap saja berputar. Perubahan signifikan setelah mengenal DRW Skincare membuat perekonomian keluarga Lia membaik. Tak jarang juga ia berbagi kepada sesama dan membantu orang yang lebih membutuhkan. namun hal ini justru menggiring stigma negatif tetangga sekitar. Kejadian ini bertepatan dengan tragedi hilangnya uang warga secara bersamaan. Sehingga banyak tetangga yang menganggap Lia memelihara tuyul. 

Laporan ini Lia dengar setelah RW setempat mendatangi kediaman orang tuanya dan menanyakan kecurigaan tersebut. Stigma buruk yang ia terima dari lingkungan sekitarnya membuatnya tak habis pikir. Padahal, selama ini rezeki yang ia diperoleh hanya dengan menjadi Beauty Consultant DRW Skincare.

Rintangan dan tantangan memang silih berganti. Namun Lia tetap optimis dan senang menjalani profesinya menjadi Beauty Consultant DRW Skincare. Segala halang rintang yang ia lalui kini menciptakan hasil manis. Saat ini, Lia tengah disibukkan dengan mengelola Rumah Cantik yang letaknya tak jauh dari Alun-alun Wonosobo. Bahkan, Lia sudah menjaring 4 member dan 3 agen di sekitar wilayah Wonosobo hingga Wonogiri.

Kesuksesannya menjadi perintis Beauty Consultant DRW Skincare di Wonosobo mengubah hidup seorang Amalia Diniyati menjadi lebih baik. Meskipun ia harus menerima berbagai tanggapan dari lingkungan sekitar, Lia mampu bertahan dan tetap konsisten mengembangkan bisnis skincare ini. Perjuangannya mulai dari tertolak pinjaman KUR, diadukan ke Kepala Sekolah, hingga dituduh memelihara tuyul membentuknya menjadi seorang perintis Beauty Consultant DRW Skincare yang teguh dan kuat.

Dari kisah yang dibagikan oleh Amalia Diniyati atau Lia ini, ada motivasi yang bisa diambil. Jangan sekali-kali meremehkan pekerjaan atau kegiatan seseorang karena kedepannya kita tidak tahu akan menjadi apa dan siapa. Berkat DRW Skincare, hidup seorang guru Matematika ini menjadi bermanfaat dan lebih baik. Sehingga, bagi siapapun yang menjadi Beauty Consultant DRW Skincare, jangan berkecil hati dan tetap semangat untuk mempromosikan bisnis DRW Skincare agar lebih berkembang lagi.

Berikut ini video kisah inspiratif Amalia Diniyati:

Informasi produk dan konsultasi kecantikan GRATIS, hubungi Beauty Consultant terdekat di kota kamu!
Salam Sehat Dan Cantik bersama Drw Skincare

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

DRW Skincare
Logo
Enable registration in settings - general
Open chat
1
Scan the code
Informasi & Konsultasi
Halo kak, ada yang bisa DRW Skincare bantu?
Shopping cart